Februari menjadi awal cerita kami.
Saat itu, Ayu sedang berkunjung ke tempat ibunya bekerja. Tanpa pernah saling mengenal sebelumnya, hari itu menjadi pertama kalinya Ifan melihat Ayu. Bagi Ayu, hari itu tidak berbeda dari biasanya. Namun, bagi Ifan, ternyata hari itu menjadi awal dari sebuah perasaan yang tidak ia sangka akan membawanya sejauh ini.
Beberapa waktu kemudian, Ifan mulai mencari tahu tentang Ayu melalui ibunya. Dari cerita-cerita sederhana yang ia dengar, tumbuh keyakinan dalam dirinya untuk mengenal Ayu lebih jauh. Bahkan sejak awal, niat yang ia bawa bukan sekadar ingin berkenalan, melainkan ingin datang dengan keseriusan.
Sementara itu, Ayu mendengar berbagai cerita tentang Ifan dan mulai mengenal sosoknya sedikit demi sedikit. Dari kesungguhan dan keseriusan Ifan, tumbuh pula keyakinan dalam dirinya untuk mengenal Ifan lebih jauh.
Kemudian, Ifan menyampaikan niat baiknya kepada keluarga. Hingga akhirnya, Ifan datang ke rumah, dan untuk pertama kalinya kami bertemu serta berbincang secara langsung.
Pertemuan yang singkat itu justru menghadirkan rasa tenang dan keyakinan yang sulit dijelaskan. Dari sana, kami memutuskan untuk melangkah bersama dan mempercayakan perjalanan ini kepada Tuhan.
Siapa sangka, kisah yang berawal dari satu pertemuan sederhana di bulan Februari kini mengantarkan kami pada hari yang paling kami nantikan.